Author: Alfianto Nugraha
Foto: dok. alfianto nugraha
BIDIKIN.COM – Sejak dahulu, orang tua sering mengingatkan anak-anak untuk tidak keluar rumah saat waktu Maghrib. Larangan ini dikenal sebagai pamali, sebuah kepercayaan yang sudah lama hidup di tengah masyarakat. Meski ada yang menganggapnya sebagai mitos atau warisan budaya lama, larangan ini ternyata juga memiliki dasar dalam ajaran Islam.
Mengapa Dilarang Keluar Saat Maghrib?
Dalam Islam, waktu Maghrib (saat matahari terbenam) dipercaya sebagai waktu di mana setan dan jin mulai berkeliaran. Oleh karena itu, terutama untuk anak-anak, dianjurkan untuk tetap berada di dalam rumah agar terhindar dari gangguan makhluk halus tersebut. Berikut beberapa alasan yang melandasinya:
1. Gangguan Setan dan Jin
Saat Maghrib, setan dan jin diyakini mencari tempat berlindung, dan bisa jadi mereka mendekati manusia yang berada di luar rumah.
2. Penjagaan Diri dan Rumah
Menutup pintu dan jendela menjelang Maghrib diyakini sebagai bentuk perlindungan dari gangguan makhluk halus.
3. Hadis Nabi Muhammad SAW
Terdapat beberapa hadis yang menganjurkan agar anak-anak tidak keluar rumah saat Maghrib, karena pada waktu tersebut banyak makhluk gaib berkeliaran.
Apa yang Dianjurkan Saat Maghrib?
1.Menutup pintu dan jendela sebelum waktu Maghrib tiba.
2.Membaca doa-doa perlindungan, seperti ayat kursi atau doa lainnya dari Al-Qur'an dan hadis.
3.Menahan anak-anak di rumah, karena mereka lebih rentan terhadap gangguan makhluk halus.
4.Berkumpul bersama keluarga dan melakukan aktivitas positif di dalam rumah.
Catatan Penting
Larangan keluar saat Maghrib bukanlah kewajiban mutlak, tetapi lebih sebagai anjuran yang bersifat pencegahan. Jika ada keperluan mendesak yang mengharuskan seseorang keluar rumah di waktu Maghrib, maka dianjurkan untuk tetap berhati-hati dan membaca doa perlindungan.
Meski sebagian orang menganggap larangan ini sebagai mitos atau kepercayaan kuno, pada kenyataannya, ajaran agama dan nasihat orang tua mengandung nilai kehati-hatian yang patut dipertimbangkan.
0 Comments