Karya: Latif Sonya Makbila
Di
balik jeruji besi yang dingin,
Seorang
bapak tua terkurung dalam rutan, tanpa kebebasan.
Karena
novelnya, yang mengkritik pejabat,
Menjadi
alasan bagi mereka untuk memenjarakannya.
Beliau
menulis dengan hati yang bebas,
Namun
setiap kata-katanya, dianggap sebagai ancaman,
Oleh
mereka yang berkuasa, yang tak ingin dikritik.
Mereka
memenjarakan, untuk membungkam suaranya.
Tapi
beliau tidak pernah menyesal dan tetap menulis,
Dengan
harapan bahwa kata-katanya dapat membangkitkan kesadaran,
Bagi
mereka yang tertindas, yang tak memiliki suara,
Beliau
berharap bahwa novelnya dapat menjadi inspirasi.
Di
dalam rutan, beliau merasa terjebak,
Tapi
beliau tidak pernah menyerah, beliau terus menulis.
Dengan
kata-kata yang tajam, beliau melawan,
Dan berharap suatu hari beliau akan bebas, dan novelnya dikenal luas.
0 Comments