Karya Nahri Fatma Royyani
Di rumah sederhana bernapas Kayu dan udara pagi
Ayah adalah bayang-bayang kuat Yang tak pernah minta dilihat
Ibu adalah cahaya lembut yang Menyusup lewat celah hati
Anak-Anak adalah lagu yang Tumbuh di antara sunyi dan harap
Kita tak hidup dalam istana
Tapi kita punya meja makan Penuh canda
Kita tak selalu punya jawaban untuk masalah
Tapi kita selalu punya pelukan Untuk menenangkan
Ayah pulang dengan peluh dan lelah
Tapi tak pernah absen memberi senyum
Ibu menyulam hari dengan doa yang diam
Dan menyeka lelah dengan kata yang menenangkan
Anak-anak tumbuh bersama waktu yang penuh cerita
Menangis saat rapuh, tertawa saat menang
Tapi selalu kembali ke satu pelabuhan: rumah
Tempat segala luka dibenamkan ke dalam kasih
Kita bukan keluarga sempurna
Tapi kita saling memahami, tanpa banyak bicara
Karena cinta tak selalu harus disuarakan
Cukup dirasakan dalam diam yang penuh makna
Miskin bukan halangan untuk bahagia
Karena kekayaan kita tersimpan di hati
Di setiap peluk, di setiap maaf, di setiap nasi yang dibagi
Kita belajar, bahwa yang paling berharga adalah keluarga ini
Purwokerto, 09 Juli 2025

0 Comments