Karya Nahri Fatma Royyani
Ujian datang seperti badai yang sopan
Tanpa suara, tapi menebas
Tanpa darah, tapi membuat jantung bergetar
Aku duduk diam di kursi
Menatap kertas putih dengan soal hitam
Yang seolah ingin membunuh semua keyakinan
Yang kukumpulkan semalam
Bersama kopi, kantuk, dan air mata
Tangan ini gemetar
Seperti baru saja menahan dunia
Mataku berlari ke setiap sudut ruangan
Mencari jawaban
Padahal yang harus kutemukan adalah diriku
sendiri
Waktu berdetak
Seperti bom waktu yang menunggu ledakan
Dan aku…
Masih berkutat pada soal pertama
Yang rasanya lebih sulit dari melupakan
seseorang
Tapi aku tak boleh menyerah
Karena setiap jawaban adalah Langkah menuju
kemenangan
Walau harus ku tarik dari dasar jurang ingatan
Aku akan menulis, menulis, menulis
Hingga tinta pena ini menangis
Ujian bukan akhir
Hanya gerbang yang menanti keberanian
Dan aku akan melangkah
Walau lututku tak lagi kuat
Purwokerto 08 Juli 2025
0 Comments