Terkini

Diskusi Publik Kupas Tuntas Banding UKT: Mahasiswa Unram Dapat Panduan Lengkap

 


Mataram, NTB — Untuk membantu mahasiswa baru memahami proses penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Lembaga Kemahasiswaan Universitas mengadakan diskusi publik bertajuk "Kupas Tuntas Banding UKT." Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 24 September 2025, secara daring melalui Google Meet dan terbuka khusus untuk mahasiswa baru.

Acara dibuka dengan sambutan dari Fajrullah Adha, Ketua Kammi Komisariat Pertanian Unram. Diskusi ini menghadirkan Cheang Chandra Kusuma sebagai narasumber utama, yang menjabat sebagai Menteri Advokasi Bem Faperta 2023 dan Menko Bem UNRAM 2024. Acara dimoderatori oleh Siti Nurliyana, Wasekjen Kammi Komisariat Pertanian Unram.

Cheang Chandra Kusuma memaparkan materi panduan berdasarkan Permendikbudristek No. 2 Tahun 2024. Dalam presentasinya, ia menjelaskan bahwa banding UKT adalah proses pengajuan penurunan nilai UKT per semester yang diterima oleh mahasiswa baru. Mahasiswa baru biasanya mengajukan banding UKT karena menganggap biaya pendidikan per semester yang mereka terima tidak sesuai dengan kondisi ekonomi keluarga. Alasan umum yang bisa menjadi dasar pengajuan banding UKT antara lain perubahan kemampuan ekonomi dan ketidaksesuaian data dengan fakta.

Untuk mendukung pengajuan, mahasiswa perlu menyiapkan dokumen pendukung, seperti:

 * Kartu Keluarga (KK)

 * Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM)

 * Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), listrik, dan air

 * Foto kondisi rumah

 * Slip gaji atau bukti penghasilan terbaru

 * Surat keterangan meninggal dari RT/RW

 * Surat Keterangan PHK

Cheang menekankan pentingnya menyiapkan dokumen-dokumen ini dalam map dengan warna yang sesuai permintaan birokrasi fakultas masing-masing.

Sesi Tanya Jawab dan Solusi Praktis

Sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam diskusi ini, memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan narasumber. Salah satu peserta, Indana, menyampaikan pertanyaan mengenai kondisi ekonominya, "Bapak saya meminjam di bank dan gajinya dipotong."

Menanggapi pertanyaan tersebut, Cheang Chandra Kusuma memberikan solusi praktis. "Silakan siapkan dokumen pendukung hutang piutang dan masukkan ke dalam bagian perubahan ekonomi," jelasnya. Jawaban ini menunjukkan bahwa kondisi hutang yang memengaruhi pendapatan keluarga dapat menjadi dasar kuat dalam pengajuan banding UKT.

Materi juga menyoroti langkah yang bisa diambil jika pengajuan banding UKT gagal. Tidak dapat dipungkiri, tidak semua mahasiswa mendapatkan UKT yang mereka inginkan. Jika pengajuan banding gagal atau nilai penurunannya tidak seberapa, mahasiswa dapat mengajukan penundaan pembayaran UKT atau membayar UKT dengan cara mengangsur.

Diskusi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan panduan praktis bagi mahasiswa baru agar mereka dapat mengurus proses banding UKT dengan lebih baik.


0 Comments


Type and hit Enter to search

Close