Terkini

Iksan B. Abdul Rauf dan Dinamika Pencalonan Ketua KKSS Morowali: Antara Kepentingan Birokrasi dan Aspirasi Warga KKSS

Kemunculan nama Iksan B. Abdul Rauf, Bupati Morowali, sebagai calon Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Morowali dalam Musda ke-V menjadi topik hangat di kalangan warga perantau asal Sulsel. Banyak yang menilai langkah ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen beliau terhadap organisasi sosial yang telah lama menjadi wadah pemersatu orang Sulsel di perantauan. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang menilai bahwa pencalonan seorang kepala daerah aktif dapat menimbulkan bias antara kepentingan birokrasi dan semangat kekeluargaan KKSS itu sendiri.

Bagi sebagian warga KKSS, kehadiran Iksan B. Abdul Rauf adalah simbol kekuatan dan semangat kebersamaan. Dukungan dan perhatian beliau selama ini terhadap kegiatan sosial dan budaya KKSS di Morowali diakui sangat besar. Ia kerap hadir dan memberikan dukungan moral maupun materil dalam berbagai kegiatan, tanpa membedakan asal pilar atau latar belakang anggotanya. Dalam konteks ini, banyak yang menilai keikutsertaannya sebagai bentuk keinginan untuk memperkuat kelembagaan KKSS agar lebih bersinergi dengan pembangunan daerah.

Namun, ada pula pandangan kritis yang muncul. Beberapa tokoh menilai bahwa lebih ideal jika posisi Ketua KKSS diisi oleh tokoh masyarakat yang netral dari jabatan pemerintahan, agar semangat kemandirian dan kebersamaan warga Sulsel tetap terjaga tanpa bayang-bayang politik atau birokrasi. Kekhawatiran ini muncul bukan karena meragukan niat baik Bupati Iksan, melainkan demi menjaga KKSS tetap menjadi organisasi sosial yang berdiri di atas nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge — nilai luhur Bugis-Makassar yang menuntun pada saling menghargai, menghormati, dan mengingatkan dalam kebaikan.

Salah seorang tokoh KKSS Morowali bahkan menegaskan, “Kita semua menghormati Pak Bupati. Support beliau terhadap KKSS luar biasa. Tapi yang kami harapkan adalah dukungan sebagai bupati yang membangun, bukan sebagai ketua yang memimpin struktur. KKSS harus tetap jadi milik semua, bukan bagian dari kekuasaan birokrasi.”

Polemik ini menunjukkan bahwa Musda KKSS Morowali tahun 2025 bukan hanya ajang pemilihan ketua, tetapi juga momentum refleksi: ke mana arah organisasi sosial ini akan dibawa — menjadi ruang partisipatif yang mengakar pada nilai kekeluargaan, atau menjadi perpanjangan tangan dari kepentingan kekuasaan?

Yang jelas, kehadiran Iksan B. Abdul Rauf di tengah-tengah KKSS tidak bisa diabaikan. Ia adalah bagian dari darah perantau Sulsel yang kini memimpin Morowali. Dan seiring waktu, warga KKSS berharap agar semangat beliau dalam membangun daerah juga tetap hadir untuk mengayomi seluruh elemen warga KKSS, tanpa batas jabatan dan tanpa sekat kepentingan.

0 Comments


Type and hit Enter to search

Close