Morowali — Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) V Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Morowali yang dijadwalkan berlangsung pada 25 Oktober 2025, dinamika internal di tubuh KKSS semakin terasa. Baik di kalangan elit KKSS, para kallolona (tokoh senior), hingga tokoh-tokoh muda KKSS Morowali, berbagai pandangan dan strategi mulai bermunculan seiring dengan hangatnya isu pencalonan ketua baru.
Gelombang diskusi, pertemuan informal, hingga silaturahmi lintas pilar dan banom (badan otonom) terus bergulir. Sejumlah figur kuat dari berbagai latar belakang — mulai dari kalangan birokrasi, politik, hingga aktivis sosial — disebut-sebut siap maju mengambil peran sebagai calon Ketua KKSS Morowali. Fenomena ini menjadi bukti bahwa KKSS tetap menjadi wadah strategis dan bergengsi di tengah masyarakat Sulawesi Selatan di rantau industri Morowali.
Namun di tengah semarak dinamika tersebut, muncul pula pesan moral dan harapan besar dari para tokoh tua dan sesepuh KKSS. Mereka mengingatkan agar kontestasi kali ini tidak berubah menjadi panggung kepentingan pribadi atau politik, melainkan tetap berada dalam koridor nilai-nilai luhur Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge — nilai yang selama ini menjadi roh dari eksistensi KKSS di tanah rantau.
“KKSS bukan tempat untuk mengadu kekuatan, tapi wadah untuk menguatkan persaudaraan. Musda ini harus menjadi momentum memperkokoh marwah, bukan ajang perpecahan,” ujar salah seorang kallolo KKSS.
Sementara itu, Panitia Musda V KKSS Morowali terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, tertib, dan sesuai harapan semua pihak. Koordinasi lintas instansi, komunikasi dengan para pilar dan banom, serta kesiapan teknis di lokasi acara terus dimatangkan.
Ketua Panitia menegaskan bahwa netralitas dan profesionalitas panitia menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan Musda ini.
“Kami bekerja bukan untuk kandidat, tapi untuk KKSS. Semua calon akan diperlakukan sama, semua proses akan berjalan terbuka dan akuntabel. Tujuan kami satu: Musda ini harus sukses, aman, dan menjadi contoh demokrasi yang beretika,” tegasnya.
Musda V KKSS Morowali dipandang bukan hanya sekadar agenda lima tahunan, tetapi juga momentum penting untuk menyatukan kembali semangat warga Sulawesi Selatan di Morowali yang kini tersebar di berbagai sektor industri, pemerintahan, dan usaha.
Para tokoh berharap, siapa pun yang nantinya terpilih sebagai Ketua KKSS Morowali, ia mampu merangkul semua kalangan, menjaga marwah organisasi, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika pembangunan daerah yang terus berkembang.
Dengan mengusung semangat tema besar “Harmony of Sulsel: Kokoh Dalam Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge di Bumi Tepeasa Moroso”, Musda V KKSS Morowali diharapkan menjadi ajang pemantapan kebersamaan, bukan sekadar kontestasi. Semua pihak pun satu suara: menjaga KKSS tetap sebagai rumah besar yang teduh, berwibawa, dan berdaulat di tanah rantau.
0 Comments