Morowali, 20 Oktober 2025 — Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah (MUSDA) V Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Morowali secara resmi menerima berkas pengambilan formulir sekaligus pendaftaran calon ketua atas nama Iksan Abdul Rauf, yang diwakili oleh dua tokoh KKSS Morowali.
Keduanya adalah Amirullah, Ketua BPC KKSS Bungku Tengah, dan Muh. Unir, Ketua Pilar Kerukunan Keluarga Wajo (KKW), yang datang langsung ke Sekretariat Panitia Pelaksana MUSDA V KKSS Morowali untuk menyerahkan dokumen pendaftaran.
Proses penerimaan berkas berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ketua Panitia MUSDA V, Bustam Nawir, bersama beberapa panitia lainnya menyambut langsung kedatangan kedua perwakilan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kedatangan perwakilan Bapak Iksan Abdul Rauf. Hari ini, berkas pendaftaran secara resmi telah kami terima di sekretariat. Ini menunjukkan bahwa proses demokrasi di tubuh KKSS berjalan terbuka dan sesuai mekanisme,” ujar Bustam Nawir usai menerima berkas pendaftaran.
Dengan masuknya nama Iksan Abdul Rauf ke bursa calon ketua KKSS Morowali, dinamika menjelang MUSDA V semakin menarik. Kehadiran figur yang juga menjabat sebagai Bupati Morowali ini menambah warna dalam proses demokrasi organisasi warga Sulawesi Selatan di Bumi Tepeasa Moroso.
Panitia menegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran calon ketua KKSS tetap dibuka hingga 23 Oktober 2025, sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan sebelumnya. Setelah tahapan administrasi selesai, panitia akan melanjutkan proses verifikasi berkas dan penetapan calon ketua yang memenuhi syarat.
MUSDA V KKSS Morowali tahun ini mengusung tema besar:
“Harmony of Sulsel: Kokoh Dalam Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge di Bumi Tepeasa Moroso.”
Tema ini menggambarkan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap nilai-nilai luhur budaya Bugis, Makassar, Mandar, Toraja dalam membangun harmoni di tanah rantau.
Bustam Nawir berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjaga suasana kondusif dan menjadikan MUSDA sebagai wadah silaturahmi, bukan ajang perpecahan.
“Siapa pun yang maju, kita harus hormati. KKSS ini rumah besar kita semua. Mari tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge,” pungkasnya.

0 Comments