Terkini

Ulang Tahun Kabupaten Pandeglang ke–152, Tapi Jalan Berlubang Masih Jadi Masalah Klasik yang Belum Kelar


Oleh: Fauzy Fathurrohman

BIDIKIN.COM – Setiap tahun, perayaan ulang tahun kabupaten Pandeglang selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu. Mulai dari festival rakyat, panggung hiburan, sampai deretan spanduk ucapan selamat dari berbagai pihak, semuanya bikin suasana terasa meriah. Di media sosial pun ramai ucapan bangga, harapan, dan doa agar daerah makin maju ke depannya.

Tapi di balik kemeriahan itu, ada satu hal yang rasanya masih “itu-itu aja”. Yup, masalah klasik yang belum juga kelar: jalan berlubang. Ironisnya, di tengah perayaan yang penuh semangat kemajuan, warga masih harus zig-zag menghindari lubang di jalan setiap hari. Rasanya seperti dua dunia yang berjalan bareng, tapi nggak pernah benar-benar ketemu.

Infrastruktur jalan berlubang dan rusak ini sebenarnya bukan masalah baru. Hampir setiap tahun selalu jadi keluhan utama masyarakat. Entah itu di jalan utama, jalan penghubung antar desa, atau bahkan di area yang dekat pusat pemerintahan, lubang jalan seolah jadi “pemandangan wajib”.

Dampaknya jelas, Selain bikin nggak nyaman, jalan rusak juga berbahaya. Sudah banyak kejadian pengendara motor jatuh karena menghindari lubang atau nggak sempat melihatnya, apalagi saat hujan ketika lubang tertutup genangan air. Belum lagi kerusakan kendaraan yang harus ditanggung sendiri oleh warga. Ban bocor, velg bengkok, sampai shockbreaker rusak, semua jadi risiko harian.

Yang bikin warga makin gemas, perbaikan jalan sering terasa lambat atau setengah-setengah. Kadang baru ditambal, beberapa minggu kemudian rusak lagi. Seolah-olah perbaikannya cuma jadi solusi sementara, bukan benar-benar menyelesaikan masalah dari akar. Ini yang akhirnya bikin kepercayaan masyarakat ikut terkikis.

Di momen ulang tahun kabupaten Pandeglang seperti sekarang, harusnya ini jadi waktu yang pas untuk refleksi. Bukan cuma soal pencapaian yang dirayakan, tapi juga pekerjaan rumah yang belum selesai. Jalan yang layak itu bukan sekadar fasilitas, tapi kebutuhan dasar. Akses yang baik bisa mendukung ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga secara keseluruhan.

Nggak sedikit warga yang berharap, perayaan ulang tahun ini nggak cuma berhenti di seremoni. Akan lebih bermakna kalau dibarengi dengan langkah nyata. Misalnya, program perbaikan jalan yang lebih serius, transparansi anggaran, dan komunikasi yang terbuka dengan masyarakat soal progres pembangunan.

Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah itu bukan cuma dilihat dari seberapa meriah perayaannya, tapi dari seberapa nyaman warganya menjalani kehidupan sehari-hari. Jalan yang mulus mungkin terdengar sederhana, tapi dampaknya besar banget.

Jadi, di tengah ucapan “Selamat Ulang Tahun Kabupaten Pandeglang”, mungkin ada satu harapan yang paling sering terlintas di pikiran warga: semoga tahun depan, lubang di jalan sudah benar-benar jadi cerita lama, bukan keluhan yang terus diulang.***













0 Comments


Type and hit Enter to search

Close