Morowali, 19 Mei 2026 — Sejumlah pemimpin lokal, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, organisasi sipil, hingga perwakilan komunitas di Kabupaten Morowali mengikuti kegiatan Pelatihan Deteksi Dini dan Pencegahan Konflik Sosial (Early Warning Early Response/EWER) yang berlangsung di Grand Aurel Hotel Morowali pada 19–21 Mei 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh The Habibie Center bersama Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil Sulawesi Tengah dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pemimpin lokal dalam memahami dinamika sosial, mendeteksi potensi konflik sejak dini, serta membangun langkah-langkah pencegahan yang efektif di tengah pesatnya perkembangan kawasan industri dan pertumbuhan masyarakat di Morowali.
Kegiatan turut dihadiri Camat Bahodopi, Jalaluddin Ismail, SH, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial di wilayah yang terus berkembang pesat tersebut.
Menurutnya, Morowali saat ini menghadapi berbagai dinamika sosial seiring meningkatnya aktivitas industri, pertumbuhan penduduk, dan mobilitas masyarakat yang tinggi. Karena itu, diperlukan kemampuan deteksi dini agar berbagai persoalan sosial tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk memperkuat kapasitas pemimpin lokal dalam memahami situasi sosial di masyarakat serta membangun komunikasi yang baik antar kelompok,” ujarnya.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai unsur dan latar belakang, di antaranya perwakilan kerukunan masyarakat, penggiat media sosial, tokoh agama, unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, hingga pihak perusahaan yang beroperasi di wilayah Morowali. Kehadiran berbagai elemen tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi dan komunikasi lintas sektor dalam menjaga kondisi sosial masyarakat tetap kondusif.
Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan materi terkait manajemen konflik, sistem deteksi dini, strategi pencegahan konflik sosial, serta penguatan respons komunitas dalam menghadapi berbagai persoalan di tingkat lokal.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, pertukaran pengalaman, serta simulasi penanganan konflik yang melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini dapat melahirkan jaringan pemimpin lokal yang memiliki kemampuan membangun komunikasi, merawat toleransi sosial, serta menjadi penghubung dalam penyelesaian persoalan di tengah masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan Morowali tidak hanya berkembang dari sisi industri dan ekonomi, tetapi juga mampu menjaga harmoni sosial dan stabilitas masyarakat secara berkelanjutan.

0 Comments