Terkini

Muslimin Dg Masiga Prihatin: LPG 3 Kg Sulit Didapat, Warga Menui Kepulauan Keluhkan Harga hingga Rp70 Ribu

MOROWALI — Masyarakat Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, hingga kini masih menghadapi persoalan dalam memenuhi kebutuhan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Kondisi geografis sebagai wilayah kepulauan yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan maupun wilayah daratan lainnya membuat akses masyarakat terhadap kebutuhan energi rumah tangga tersebut menjadi perhatian serius.

Kelangkaan LPG 3 Kg dirasakan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kalaupun gas tersedia di pasaran, masyarakat harus mengeluarkan biaya jauh lebih tinggi dibandingkan harga yang semestinya. Berdasarkan keluhan yang disampaikan masyarakat, harga LPG 3 Kg di wilayah tersebut bahkan dapat mencapai Rp70 ribu per tabung.

Situasi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan LPG bersubsidi untuk keperluan rumah tangga. Kondisi geografis Menui Kepulauan sebagai wilayah kepulauan terluar dan relatif jauh dari pusat distribusi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian dalam kebijakan distribusi energi bersubsidi.

Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melihat persoalan distribusi dari sisi ketersediaan secara umum, tetapi juga memperhatikan kondisi geografis dan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat diharapkan dapat memastikan distribusi LPG 3 Kg berjalan secara tepat sasaran, berkelanjutan, dan dengan harga yang dapat dijangkau masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Morowali, Muslimin Dg Masiga, S.A.N., turut menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami masyarakat Menui Kepulauan. Menurutnya, kebutuhan LPG merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak seharusnya sulit diperoleh, terlebih bagi warga yang memang masuk dalam kelompok penerima subsidi.

“Saya prihatin dengan kondisi masyarakat Menui Kepulauan yang masih kesulitan mendapatkan LPG 3 Kg. Kita berharap pemerintah segera mencari solusi yang konkret agar distribusi gas bersubsidi dapat berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujar Muslimin Dg Masiga.

Ia menegaskan, persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama agar masyarakat di wilayah kepulauan tidak merasa dianaktirikan dalam memperoleh pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Pemerintah diharapkan segera mengevaluasi rantai distribusi, ketersediaan pasokan, serta mekanisme pengawasan harga LPG 3 Kg di wilayah Menui Kepulauan.

Masyarakat Menui Kepulauan kini menanti langkah nyata pemerintah. Bagi mereka, LPG 3 Kg bukan sekadar komoditas bersubsidi, tetapi kebutuhan sehari-hari yang sangat menentukan aktivitas rumah tangga. Pemerataan akses energi diharapkan dapat benar-benar dirasakan seluruh masyarakat Morowali, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan dan berada jauh dari pusat distribusi. 

0 Comments


Type and hit Enter to search

Close