Terkini

Langkah Pertama Menuju Generasi Berdaya: Tugas Berat Awardee Angkatan Pertama BeZakat 2025

Pembinaan Nasional awardee BeZakat 2025

Sebanyak 153 mahasiswa angkatan pertama penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) 2025 dari 21 kampus mitra di seluruh Indonesia mengemban harapan besar untuk menjadi role model bagi generasi selanjutnya. Program beasiswa full funded selama 4 tahun ini diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI dengan visi menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga berkarakter, berdaya saing, dan berkontribusi aktif.

Penegasan tugas berat ini disampaikan langsung melalui rangkaian Pembinaan Nasional 1: Sesi Jakarta yang diikuti oleh 80 awardee dari 11 kampus mitra (PTN dan PTKIN) selama tiga hari, mulai dari 31 Oktober hingga 2 November 2025, di Hotel Grand Platinum Jakarta. Acara tersebut menjadi penekanan bahwa Awardee BeZakat 2025 adalah generasi awal yang dibebani harapan untuk menjadi cerminan dan pondasi yang kuat bagi keberlangsungan program ini di masa depan.

Salah satu penerima beasiswa, Muhammad Azmi, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang juga penulis artikel ini, mengakui bahwa program ini lebih dari sekadar bantuan finansial, tetapi juga wadah pembentukan karakter. Dalam pembinaan tersebut, para awardee dibimbing oleh tim profesional untuk menentukan prospek karier terbaik sejak dini, bahkan merancang road map perjalanan kuliah 4 tahun. Pembimbingan ini bertujuan agar lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang sesuai dengan dunia kerja.

Program beasiswa yang menjadi penanda babak baru dalam sejarah beasiswa bersumber dana zakat dan infaq di Indonesia ini menyalurkan total dana sebesar Rp16,85 miliar. Dana tersebut dihimpun dari BAZNAZ dan 18 Lembaga Amil Zakat (LAZ) nasional, mencakup biaya UKT, biaya hidup bulanan, tunjangan laptop, serta tiket perjalanan pulang-pergi sesuai domisili bagi setiap penerima.

Azmi menambahkan, pembinaan ini juga menumbuhkan kesadaran untuk siap berkontribusi balik kepada masyarakat, mengingat dana beasiswa ini merupakan himpunan dana dari umat. Sebagai generasi pertama, para awardee BeZakat 2025 dituntut untuk menunjukkan bahwa mereka bukanlah generasi coba-coba, melainkan generasi yang terarah, terpadu, dan solid. Penting bagi mereka untuk menanamkan nilai-nilai profesionalitas, kolaborasi, dan kepedulian sosial dalam setiap langkahnya. Hal ini juga akan membuktikan kepada publik bahwa dana umat telah tepat sasaran untuk pemberdayaan insani yang berkompeten.

Pembinaan Nasional untuk penerima BeZakat ini dilakukan sebanyak dua kali. Pembinaan Nasional pertama di Jakarta mengundang 80 orang, dan akan dilanjutkan dengan Pembinaan Nasional kedua di Yogyakarta pada tanggal 21–23 November 2025, yang akan mengundang 73 awardee dari 10 kampus mitra. Pembinaan ini secara keseluruhan bertujuan membentuk karakter awardee yang berintelektual tinggi, berdaya saing global, berkarakter sosial dan religius, hingga berkontribusi aktif dalam menciptakan perubahan sosial.

Program BeZakat bukan hanya tentang bantuan finansial, tetapi tentang membentuk diri menjadi insan yang berdaya, bermanfaat, dan mampu memberikan dampak nyata. Dari komitmen, semangat kebersamaan, dan kesadaran inilah langkah pertama menuju generasi berdaya itu dimulai.

Jurnalis: Muhammad Azmi (Awardee BeZakat 2025, dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan dewan penyantun LAZ Dompet Dhuafa Republika)

0 Comments


Type and hit Enter to search

Close