MOROWALI — Semangat kebersamaan dan persaudaraan warga Sinjai di tanah rantau kembali terwujud melalui penyelenggaraan turnamen sepak bola mini SINJAI UNITED CUP 2 yang berlangsung pada 26 dan 30 Oktober 2026 di Lapangan Radin.
Kegiatan yang diikuti 11 tim tersebut menjadi wadah mempererat hubungan antarpemuda sekaligus membangun solidaritas melalui olahraga. Turnamen ini tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan, tetapi juga menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, dan memperkuat ikatan kekeluargaan masyarakat Sinjai di Morowali.
SINJAI UNITED CUP 2 secara resmi dibuka dan ditutup oleh Ketua Umum HIMAS DPC Morowali, Abdul Rahman Masruhim, S.ST. Kehadiran pimpinan organisasi dalam pembukaan hingga penutupan menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kepemudaan dan olahraga sebagai sarana menjaga persatuan di perantauan.
Dalam sambutannya, Abdul Rahman Masruhim menyampaikan bahwa 11 tim yang berpartisipasi merupakan bagian dari kebanggaan HIMAS yang perlu terus dijaga, dibina, dan dirawat keberadaannya di daerah rantau.
Menurutnya, keberadaan tim-tim tersebut bukan sekadar wadah untuk berkompetisi dalam olahraga, melainkan juga menjadi bagian dari identitas, kebersamaan, dan kekuatan persaudaraan masyarakat Sinjai di Morowali.
“Sebelas tim yang berlaga ini adalah tim kebanggaan HIMAS. Mereka bukan hanya hadir untuk bertanding, tetapi juga menjadi bagian dari keluarga besar yang harus terus kita rawat di daerah rantau. Melalui olahraga, kita menjaga komunikasi, mempererat persaudaraan, dan membangun kebersamaan,” ungkap Abdul Rahman.
Ia juga menegaskan bahwa SINJAI UNITED CUP diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau turnamen sesaat. Ke depan, kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda tahunan HIMAS DPC Morowali sebagai ruang silaturahmi dan konsolidasi pemuda Sinjai di perantauan.
Olahraga sebagai Perekat Persaudaraan di Rantau
Penyelenggaraan SINJAI UNITED CUP 2 memperlihatkan bahwa olahraga memiliki peran lebih luas daripada sekadar pertandingan dan perebutan kemenangan. Sepak bola menjadi media yang mampu mempertemukan berbagai latar belakang, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap organisasi dan komunitas.
Melalui kompetisi yang melibatkan 11 tim, para peserta mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan, menjunjung sportivitas, sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antarklub.
Dukungan dan keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas positif pemuda di lingkungan masyarakat perantauan.
Bagi HIMAS DPC Morowali, keberlanjutan turnamen ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk merawat kekompakan generasi muda Sinjai, memperkuat solidaritas, serta membangun tradisi kebersamaan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menjaga Kebersamaan, Membangun Masa Depan
Abdul Rahman Masruhim berharap semangat yang terbangun melalui SINJAI UNITED CUP 2 dapat terus dipertahankan. Ia mengajak seluruh tim dan keluarga besar HIMAS untuk menjadikan perbedaan dalam kompetisi sebagai hal yang memperkaya persaudaraan, bukan menjadi alasan untuk menciptakan perpecahan.
Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan merupakan bagian dari kompetisi, sedangkan persatuan dan persaudaraan merupakan nilai yang harus terus dijaga bersama.
Dengan semangat tersebut, SINJAI UNITED CUP diharapkan berkembang menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menghidupkan kegiatan olahraga, tetapi juga memperkuat eksistensi HIMAS sebagai wadah pemersatu masyarakat Sinjai di Morowali.
SINJAI UNITED CUP 2 menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun berada di tanah rantau, persaudaraan harus tetap dirawat. Melalui olahraga, kebersamaan dijaga, solidaritas diperkuat, dan persatuan terus dibangun.



0 Comments